13.10 WIB
Raja Ampat menjadi primadona baru di dunia pariwisata
Indonesia. Pesona tempat wisata di Indonesia ini mulai banyak dikenal baik oleh wisatawan domestik maupun mancanegara. Raja Ampat sendiri merupakan kumpulan dari pulau-pulau di
ujung Papua. Ada empat pulau utama di sini, yaitu Waigeo, Misool, Salawati dan Batanta.
Kekayaan alam bawah laut Raja
Ampat tak perlu diragukan lagi. Perairan di tempat wisata ini dikenal sebagai salah satu lokasi menyelam dan snorkeling terbaik di dunia. BahkanThe Nature
Conservancy menyebut bahwa sekitar 75% biota laut dunia dapat ditemukan di perairan Raja Ampat. Untuk membuktikannya,
silakan siapkan perlengakapan menyelam Anda dan mulailah menjelajahi alam bawah lautnya. Bulan Oktober dan November disebut sebagai waktu yang terbaik untuk menyelam di
sini karena cuaca dan kondisi perairan sangat ideal.
Selain menyelam, Anda
juga bisa menjelajah keindahan daratan pulau-pulau di Raja Ampatini. Warga setempat akan dengan senang hati menawarkan jasa sebagai pemandu.
Selama trekking, Anda juga bisa mampir ke rumah-rumah warga dan berinteraksi secara langsung atau membeli kerajinan tangan seperti patung suku Asmat dan alat musik tradisional hasil karya mereka sebagai suvenir.
Bertambah lagi tempat wisata di Indonesia buat Anda kunjungi.
Kekayaan sumber daya alam Kepulauan Raja
Ampat merupakan tempat yang sangat berpotens iuntuk dijadikan sebagai objek wisata, terutama wisata penyelaman.
Perairan Kepulauan Raja Ampat menurut berbagai sumber, merupakan salah satu dari 10
perairan terbaik untuk diving site di seluruh dunia. Bahkan, mungkin
juga diakui sebagai nomor satu untuk kelengkapan flora dan fauna bawah air pada saat ini. Spesies
yang unik yang bisa dijumpai pada saat menyelam adalah beberapa jenis kuda laut katai, wobbegong,
dan ikan pari Manta. Juga ada ikan endemik raja
ampat, yaitu Eviota raja, yaitu sejenis ikan gobbie.
Di Manta point
yg terletak di Arborek selat Dampier, Anda bisa menyelam dengan ditemani beberapa ekor Pari Manta
yang jinak seperti ketika Anda menyelam di KepulauanDerawan, Kalimantan Timur. Jika menyelam di
Cape Kriatau Chicken Reef, Anda bisa dikelilingi oleh ribuan ikan. Kadang kumpulan ikan tuna,
giant trevallies dan snappers. Tapi yang menegangkan jika kita dikelilingi oleh kumpulan ikan bara kuda, walaupun sebenarnya itu relatif tidak berbahaya
(yang berbahaya jika kita ketemu barakudasoliteratau sendirian). Hiu karang juga sering terlihat, dan kalau beruntung Anda juga bisa melihat penyu sedang diam memakan sponge
atau berenang di sekitaranda. Di beberapa tempat seperti di
Salawati, Batanta dan Waigeo juga terlihat Dugong atau ikan duyung.
Karena daerahnya yang
banyak pulau dan selat sempit, maka sebagian besar tempat penyelaman pada waktu tertentu memiliki arus yang kencang. Hal inimemungkinkan juga untuk melakukan
drift dive, menyelam sambil mengikuti arus yang kencangdengan air yang sangat jernih sambil menerobos kumpulan ikan.
Peninggalan prasejarah dan sejarah Di
kawasan gugusan Misool ditemukan peninggalan prasejarah berupa cap tangan yang diterakan pada dinding batu karang.
Uniknya, cap-cap tangan ini berada sangat dekat dengan permukaan laut dan tidak berada di dalam gua. Menurut perkiraan, usia cap-cap
tangan ini sekitar 50.000 tahun dan menjadi bagian dari rangkaian petunjuk jalur penyebaran manusia dari kawasan barat
Nusantara menuju Papua dan Melanesia.[4]
Sisa pesawat karam peninggalan Perang Dunia II bisa dijumpai di
beberapa tempat penyelaman, seperti di Pulau Wai.
Ancaman terhadap kepulauan ini Kekayaan keanekaragaman hayati di Raja
Ampat telah membuat dirinya memiliki tingkat ancaman yang tinggi pula. Hal itu bisa dilihat dari kerusakan terumbu karang dan hutan.
Kerusakan terumbu karang umumnya adalah karena aktivitas penangkapan ikan yang tidak ramah lingkungan seperti bom, sianida danakar
bore (cairan dari olahan akar sejenis pohon untuk meracunikan).
Untuk menjaga kelestarian bawah laut Kepulauan Raja
Ampat, usaha-usaha konservasi sangat diperlukan di daerah ini. Ada dua lembaga internasional
yang konsen terhadap kelestarian sumber daya alam Raja Ampat, yaitu CI (Conservation International) dan TNC (The
Nature Conservancy). Pemerintah sendiri telah menetapkan laut sekitar Waigeo
Selatan, yang meliputi pulau-pulau kecil seperti Gam, Mansuar, kelompok Yeben dan kelompok Batang Pele,
telah disahkan sebagai Suaka Margasatwa Laut. Menurut SK Menhut No. 81/KptsII/1993, luas wilayah ini mencapai
60.000 hektare.
Selain itu, beberapa kawasan laut lainnya telah diusulkan untuk menjadi kawasan konservasi.
Masing-masing adalah Suaka Margasatwa Laut Pulau Misool Selatan, laut Pulau Kofiau, lautPulau Asia, laut Pulau Sayang dan laut Pulau Ayau.
sumber:travelling yuk.com, https://id.wikipedia.org/
0 komentar:
Posting Komentar